Informasikan kabar baik ini kepada mereka yang lebih membutuhkan, klik dibawah ini

√ Faktor Risiko dan Penyebab Usus Buntu yang Paling Umum

Usus buntu (apendisitis) adalah peradangan yang disebabkan oleh penyumbatan pada usus buntu, sebuah struktur berbentuk selang kecil yang menempel pada bagian awal usus besar. Biasanya usus buntu tidak memiliki fungsi tertentu. Namun saat sumbatan tersebut pecah, radang usus buntu dapat membahayakan nyawa.

Apa saja penyebab usus buntu yang perlu Anda ketahui?


√ Faktor Risiko dan Penyebab Usus Buntu yang Paling Umum


Dalam banyak kasus, penyebab usus buntu tidak sepenuhnya diketahui. Namun peradangan dapat terjadi karena dipicu oleh berbagai faktor risiko di bawah ini:

1. Penyumbatan

Faktor risiko yang paling umum dari apendisitis adalah adanya sumbatan pada usus buntu. Penyumbatan ini biasanya disebabkan oleh feses, benda asing, atau bahkan sel kanker.

Penyumbatan ini kemudian dapat menjadi rumah baru bagi bakteri untuk berkembang biak. Hal ini lama kelamaan dapat mengakibatkan usus buntu jadi meradang, bengkak, dan dipenuhi dengan nanah. Penyumbatan ini pun bisa bersifat sebagian atau seluruh menutupi saluran usus buntu. Bila penyumbatan menutup keseluruhan rongga usus buntu, ini perlu dioperasi.

2. Faktor genetik

Selain karena penyumbatan oleh feses maupun benda asing, faktor genetik ternyata turut ikut ambil bagian dalam kemunculan usus buntu akut. Sebanyak 56 persen penyebab usus buntu merujuk pada faktor genetik.

Risiko usus buntu pada anak yang setidaknya terikat darah dengan satu anggota keluarga inti yang punya riwayat usus buntu (aktif atau sudah pernah diobati), meningkat sepuluh kali lipat dibandingkan dengan anak yang berasal dari keluarga bebas usus buntu.

Penyebab usus buntu akut diturunkan oleh keluarga dilaporkan terkait dengan sistem HLA (antigen leukosit manusia) dan golongan darah. Mereka juga menemukan bahwa golongan darah A memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami usus buntu daripada golongan O.

3. Infeksi virus

Dr. Edward Livingston, kepala Operasi GI endokrin di UT Southwestern, menyatakan bahwa radang usus buntu mungkin saja disebabkan oleh infeksi virus penyebab atau infeksi yang belum ditentukan. Hasil ini tertuang dalam sebuah makalah yang terbit di Archives of Surgery edisi Januari tahun 2010.

Para peneliti juga menemukan kecenderungan peningkatan kasus usus buntu selama musim panas. Meski begitu, belum ditemukan hubungan sebab-akibat pasti antara kedua faktor ini

4. Makanan rendah serat

Pada dasarnya, makanan bukanlah penyebab usus buntu. Akan tetapi, penyumbatan usus buntu yang kemudian meradang bisa saja terjadi akibat penumpukan makanan tertentu yang tidak hancur saat dicerna. Misalnya makanan cepat saji, yang tinggi karbohidrat dan rendah serat.

Dalam sebuah penelitian terhadap hampir dua ribu orang anak di Yunani, terdeteksi bahwa anak-anak yang mengalami radang usus buntu memiliki asupan serat yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang sehat.

Dalam studi kasus lainnya yang dilakukan di Amerika Serikat, ditemukan bahwa anak-anak yang asupan seratnya lebih dari cukup mengalami penurunan risiko usus buntu hingga 30% lebih rendah dibandingkan dengan anak yang jarang makan serat.

Radang usus buntu paling sering disebabkan oleh penumpukan feses yang mengeras, tanda sembelit. Serat dapat meningkatkan berat dan ukuran feses karena bersifat menyerap air, membuatnya lebih lunak sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan melalui anus. Feses yang keras bisa menjadi tanda bahwa Anda kurang mengonsumsi makanan berserat. Dan hindari tumpukan lemak yang ada dalam usus.
Semoga bermanfaat,-

Lagi Ngtrend

Informasikan kabar baik ini kepada mereka yang lebih membutuhkan, klik dibawah ini